Halaman

Senin, 08 Juli 2013

STRATEGI PEMBELAJARAN


JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN

Seperti telah dikemukakan di muka, metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nya-ta agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berarti, metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demi-kian,  metode  dalam  rangkaian  sistem  pembelajaran  memegang  peran  yang sangat  penting.  Keberhasilan  implementasi  strategi  pembelajaran  sangat  ter-gantung  pada  cara  guru  menggunakan  metode  pembelajaran,  karena  suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui peng-gunaan metode pembelajaran. Berikut  ini  disajikan  beberapa  metode  pembelajaran  yang  bisa  diguna-kan untuk mengimpelementasikan strategi pembelajaran.

A.  Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode
ini senantiasa bagus bila pengunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, di-dukung alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunannya. Metode  ceramah  merupakan  metode  yang  sampai  saat  ini  sering  digu-nakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini selain disebabkan oleh bebera-pa  pertimbangan  tertentu,  juga  adanya  faktor  kebiasaan  baik  dari  guru  atau pun siswa. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses penge-lolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga dengan siswa, mereka  akan  belajar  manakala  ada  guru  yang  memberikan  materi  pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses bela-jar dan tidak ada  guru berarti tidak ada belajar.  Metode ceramah merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran eks-positori.

1.  Kelebihan dan Kelemahan Metode Ceramah
Ada  beberapa  kelebihan  sebagai  alasan  mengapa  ceramah  sering  digu-nakan. 
a.  Ceramah merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’ untuk dilakukan. Murah  dalam  arti  proses  ceramah  tidak  memerlukan  peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda dengan metode yang lain seperti demonstrasi. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan su-ara guru, dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
b.  Ceramah  dapat  menyajikan  materi  pelajaran  yang  luas.  Artinya,  materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
c.  Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
d.  Melalui  ceramah,  guru  dapat  mengontrol  keadaan  kelas,  oleh  karena  se-penuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan cera-mah.
e.  Organisasi  kelas  dengan  menggunakan  ceramah  dapat  diatur  menjadi  le-bih  sederhana.  Ceramah  tidak  memerlukan  setting  kelas  yang  beragam, atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang rumit. Asal siswa dapat menempati tempat duduk untuk mendengarkan guru, maka ceramah sudah dapat dilakukan.

Ceramah juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:
a.  Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas
pada apa yang dikuasai guru. Kelemahan ini memang kelemahan yang pa-ling  dominan,  sebab  apa  yang  diberikan  guru  adalah  apa  yang  dikuasai-nya, sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan tergantung pada apa yang dikuasai guru.
b.  Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terja-dinya verbalisme. 
c.  Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah se-ring  dianggap  sebagai  metode  yang  membosankan.  Sering  terjadi,  walau pun secara fisik siswa ada di dalam kelas, namun secara mental siswa sa-ma sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran; pikirannya me-layang  ke  mana-mana,  atau  siswa  mengantuk,  oleh  karena  gaya  bertutur guru tidak menarik.
 d.  Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa su-dah mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika siswa di-beri kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada seorang pun yang bertanya, semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.
Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada  suatu  permasalahan.  Tujuan  utama  metode  ini  adalah  untuk  memecah-kan  suatu  permasalahan,  menjawab  pertanyaan,  menambah  dan  memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998). Ka-rena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu se-cara  bersama-sama.  Selama  ini  banyak  guru  yang  merasa  keberatan  untuk menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran. Keberatan itu bia-sanya timbul dari asumsi: (1) diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya  oleh  karena  interaksi  antar  siswa  muncul  secara  spontan,  sehingga hasil dan arah diskusi sulit ditentukan; (2) diskusi biasanya memerlukan wak-tu  yang  cukup  panjang,  padahal  waktu  pembelajaran  di  dalam  kelas  sangat terbatas, sehingga keterbatasan itu tidak mungkin dapat menghasilkan sesua-tu secara tuntas. Sebenarnya hal ini tidak perlu dirisaukan oleh  guru. Sebab, dengan  perencanaan  dan  persiapan  yang  matang  kejadian  semacam  itu  bisa dihindari. Dilihat dari pengorganisasian materi pembelajaran, ada perbedaan yang sangat  prinsip  dibandingkan  dengan  metode  sebelumnya,  yaitu  ceramah  dan demonstrasi. Kalau metode ceramah dan demonstrasi materi pelajaran sudah diorganisir  sedemikian  rupa  sehingga  guru  tinggal  menyampaikannya,  maka pada  metode  ini  bahan  atau  materi  pembelajaran  tidak  diorganisir  sebelum-nya serta tidak disajikan secara langsung kepada siswa, matari pembelajaran ditemukan dan diorganisir oleh siswa sendiri, karena tujuan utama metode ini bukan hanya sekadar hasil belajar, tetapi yang lebih penting adalah proses be- lajar. Secara umum ada dua jenis diskusi yang biasa dilakukan dalam proses pembelajaran. Pertama, diskusi kelompok. Diskusi ini dinamakan juga disku-si kelas. Pada diskusi ini permasalahan  yang disajikan oleh guru dipecahkan oleh kelas secara keseluruhan. Pengatur jalannya diskusi adalah guru. Kedua, diskusi kelompok kecil. Pada diskusi ini siswa dibagi dalam beberapa kelom-pok.  Setiap  kelompok  terdiri  dari  3-7  orang.  Proses  pelaksanaan  diskusi  ini dimulai  dari  guru  menyajikan  masalah  dengan  beberapa  submasalah.  Setiap kelompok  memecahkan  submasalah  yang  disampaikan  guru.  Proses  diskusi diakhiri dengan laporan setiap kelompok.



  Strategi Pembelajaran Ekspositori
1.  Pengertian 
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang me-nekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Dalam strategi ini materi pelajaran disampaikan lang-sung oleh guru. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi itu. Materi pe-lajaran seakanakan sudah jadi. Karena strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga dinamakan strategi ”chalk and talk”.

2. Karakteristik Pembelajaran Ekspositori
Terdapat beberapa karakteristik strategi ekspositori di antaranya: 
a.  Strategi ekspositori dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara  verbal,  artinya  bertutur  secara  lisan  merupakan  alat  utama  dalam melakukan strategi ini, oleh karena itu sering orang mengidentikannya de-ngan ceramah. 
b.  Biasanya materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep-konsep tertentu yang harus di-hafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berpikir ulang. 
c.  Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendi-ri. Artinya, setelah proses pembelajaran berakhir  siswa diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan. Strategi  pembelajaran  ekspositori  merupakan  bentuk  dari  pendekatan pembelajaran  yang  berorientasi  kepada  guru  (teacher  centered  approach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini guru memegang peran yang sa-ngat  dominan.  Melalui  strategi  ini  guru  menyampaikan  materi  pembelajaran secara terstruktur dengan harapan materi pelajaran yang disampaikan itu da-pat dikuasai siswa dengan baik. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademik (academic achievement) siswa. Metode pembelajaran dengan kuliah merupakan bentuk strategi ekspositori.

 3.  Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori
Tidak  ada  satu  strategi  pembelajaran  yang  dianggap  lebih  baik  diban-dingkan dengan strategi pembelajaran yang lain. Baik tidaknya suatu strategi pembelajaran bisa dilihat dari efektif tidaknya strategi tersebut dalam menca-pai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan demikian, pertimbang-an  pertama  penggunaan  strategi  pembelajaran  adalah  tujuan  apa  yang  harus dicapai. Dalam penggunaan strategi pembelajaran ekspositori terdapat beberapa prinsip berikut ini, yang harus diperhatikan oleh setiap guru.

Ciri-ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri 
Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara mak-simal untuk mencari dan menemukan. Artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan  sebagai  penerima  pelajaran  melalui  penjelasan  guru  secara  verbal, tetapi  mereka  berperan  untuk  menemukan  sendiri  inti  dari  materi  pelajaran itu sendiri. Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan  menemukan  jawaban  sendiri  dari  sesuatu  yang  dipertanyakan,  sehingga diharapkan  dapat  menumbuhkan  sikap  percaya  diri  {self  belief).  Dengan  de-mikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sum-ber  belajar,  akan  tetapi  sebagai  fasilitator  dan  motivator  belajar  siswa.  Akti-vitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara gu-ru dan siswa. Karena itu kemampuan guru dalam menggunakan teknik berta-nya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri. Ketiga,  tujuan  dari  penggunaan  strategi  pembelajaran  inkuiri  adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan  kemampuan  intelektual  sebagai  bagian  dari  proses  mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut  untuk  menguasai  materi  pelajaran,  akan  tetapi  bagaimana  mereka  dapat menggunakan potensi  yang dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pe-lajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara opti-mal. Sebaliknya, siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai materi pelajaran. Strategi  pembelajaran  inkuiri  merupakan  bentuk  dari  pendekatan  pem-belajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dika-takan demikian, sebab dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.

2.  Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri
a.   Berorientasi pada Pengembangan Intelektual
Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan ber-  pikir.  Dengan  demikian,  strategi  pembelajaran  ini  selain  berorientasi  ke-pada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar. 
b.   Prinsip Interaksi
Proses  pembelajaran  pada  dasarnya  adalah  proses  interaksi,  baik  inter-aksi  antara  siswa  maupun  interaksi  siswa  dengan  guru,  bahkan  interaksi antara  siswa  dengan  lingkungan.  Pembelajaran  sebagai  proses  interaksi berarti  menempatkan  guru  bukan  sebagai  sumber  belajar,  tetapi  sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. 
c.  Prinsip Bertanya
Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan strategi ini adalah guru  sebagai  penanya.  Sebab,  kemampuan  siswa  untuk  menjawab  setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Karena itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan. 
d.   Prinsip Belajar untuk Berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan po-tensi  seluruh  otak.  Pembelajaran  berpikir  adalah  pemanfaatan  dan  peng-gunaan otak secara maksimal. 
d.   Prinsip Keterbukaan
Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan   berbagai  kemungkinan  sebagai  hipotesis  yang  harus  dibuktikan  kebenar-annya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesem-patan  kepada  siswa  mengembangkan  hipotesis  dan  secara  terbuka  mem-buktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.

3.  Langkah-Langkah Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Inkuiri Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan strategi dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a.  Orientasi
Langkah  orientasi  adalah  langkah  untuk  membina  suasana  atau  iklim pembelajaran  yang  responsif.  Pada  langkah  ini  guru  mengkondisikan  agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Guru merangsang dan Menga-jak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Langkah orientasi merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan startegi ini sangat tergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam meme-cahkan masalah, tanpa kemauan dan kemampuan itu tak mungkin proses pem-belajaran akan berjalan dengan lancar. 
b.  Merumuskan Masalah
Merumuskan  masalah  merupakan  langkah  membawa  siswa  pada  suatu persoalan  yang  mengandung  teka-teki.  Persoalan  yang  disajikan  adalah  per-soalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. Dika-takan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu  tentu  ada  jawabannya,  dan  siswa  didorong  untuk  mencari  jawaban  yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam strategi inku-iri, oleh sebab itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang  sangat  berharga  sebagai  upaya  mengembangkan  mental  melalui  proses berpikir. 
c.  Merumuskan Hipotesis
Hipotesis  adalah  jawaban  sementara  dari  suatu  permasalahan  yang  se-dang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Perkiraan sebagai hipotesis bukan sembarang perkiraan, tetapi harus memili-ki  landasan  berpikir  yang  kokoh,  sehingga  hipotesis  yang  dimunculkan  itu bersifat rasional dan logis. Kemampuan berpikir logis itu sendiri akan sangat dipengaruhi  oleh  kedalaman  wawasan  yang  dimiliki  serta  keluasan  pengala-man.  Dengan  demikian,  setiap  individu  yang  kurang  mempunyai  wawasan akan sulit mengembangkan hipotesis yang rasional dan logis.
d.  Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi  yang dibutuh-kan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran in-kuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting da-lam  pengembangan  intelektual.  Proses  pengumpulan  data  bukan  hanya  memerlukan  motivasi  yang  kuat  dalam  belajar,  akan  tetapi  juga  membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Karena itu, tu-gas  dan  peran  guru  dalam  tahapan  ini  adalah  mengajukan  pertanyaan-perta-nyaan  yang  dapat  mendorong  siswa  untuk  berpikir  mencari  informasi  yang dibutuhkan. Sering terjadi kemacetan berinkuiri adalah manakala siswa tidak apresiatif  terhadap  pokok  permasalahan.  Tidak  apresiatif  itu  biasanya  ditun-jukkan oleh gejala-gejala ketidakgairahan dalam belajar. Manakala guru me-nemukan  gejala-gejala  semacam  ini,  maka  guru  hendaknya  secara  terus-me-nerus memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar melalui penyuguhan berbagai jenis pertanyaan secara merata kepada seluruh siswa sehingga mere-ka terangsang untuk berpikir.
e.  Menguji Hipotesis
Menguji  hipotesis  adalah  proses  menentukan  jawaban  yang  dianggap diterima  sesuai  dengan  data  atau  informasi  yang  diperoleh  berdasarkan  pe-ngumpulan  data.  Dalam  menguji  hipotesis  yang  terpenting  adalah  mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. Di samping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran  jawaban  yang  diberikan  bukan  hanya  berdasarkan  argumentasi, akan  tetapi  harus  didukung  oleh  data  yang  ditemukan  dan  dapat  dipertang-gungjawabkan.
f.  Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan  kesimpulan  adalah  proses  mendeskripsikan  temuan  yang diperoleh  berdasarkan  hasil  pengujian  hipotesis.  Merumuskan  kesimpulan merupakan  gong-nya  dalam  proses  pembelajaran.  Sering  terjadi,  karena  ba-nyaknya data yang diperoleh, menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan ti-dak fokus pada masalah  yang hendak dipecahkan. Karena itu, untuk menca-pai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.

situ gunung

cabe india with cabe arab

situ gunung - 07072013

caca , a radit , uni , jujun , mbef ardy

Kamis, 04 Juli 2013

kfc - sukabumi

model : feby fatmawati ohorella
fotografer : safina al kafnur

ulang tahun yang ke 21

feby fatmawati bersama kakek

Pengertian Perangkat Lunak

Perangkat Lunak (software) merupakan suatu program yang dibuat oleh pembuat program untuk  menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat Lunak adalah program yang berisi kumpulan instruksi untuk melakukan proses pengolahan data. Software sebagai penghubung antara manusia sebagai pengguna dengan perangkat keras komputer, berfungsi menerjemahkan bahasa manusia ke dalam bahasa mesin sehingga perangkat keras komputer memahami keinginan pengguna dan menjalankan instruksi yang diberikan dan selanjutnya memberikan hasil yang diinginkan oleh manusia tersebut.
Perangkat lunak komputer berfungsi untuk :
  1. Mengidentifikasi program
  2. Menyiapkan aplikasi program sehingga tata kerja seluruh perangkat komputer terkontrol.
  3. Mengatur dan membuat pekerjaan lebih efisien.
Macam-macam Perangkat Lunak
Perangkat lunak terbagi menjadi 4 macam, yaitu :
  1. Sistem Operasi (Operating System),
  2. Program Aplikasi (Application Programs),
  3. Bahasa Pemrograman (Programming Language),
  4. Program Bantu (Utility)
1.  Sistem Operasi (Operating System)
Sistem Operasi yaitu program yang berfungsi untuk mengendalikan sistem kerja yang mendasar sehingga mengatur kerja media input, output, tabel pengkodean, memori, penjadwalan prosesor, dan lain-lain. Sistem operasi berfungsi sebagai penghubung antara manusia dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan. Adapun fungsi utama sistem operasi adalah :
  • Menyimpan program dan aksesnya
  • Membagi tugas di dalam CPU
  • Mengalokasikan tugas-tugas penting
  • Merekam sumber-sumber data
  • Mengatur memori sistem termasuk penyimpanan, menghapus dan mendapatkan data
  • Memeriksa kesalahan sistem
  • Multitugas pada OS/2″, Windows ’95″, Windows ’98″, Windows NT”, /2000/XP
  • Memelihara keamanan sistem,   khusus pada jaringan yang membutuhkan kata sandi (password) dan penggunaan ID
Contoh Sistem Operasi, misalnya : Disk operating System (DOS), Microsoft Windows, Linux, dan Unix.
2.  Program Aplikasi (Aplication Programs)
Program Aplikasi adalah  perangkat lunak yang dirancang khusus untuk kebutuhan tertentu, misalnya program  pengolah kata, mengelola lembar kerja, program presentasi, design grafis, dan lain-lain.
3. Bahasa Pemrograman (Programming Language)
Perangkat lunak bahasa yaitu program yang digunakan untuk menerjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke bahasa mesin dengan aturan atau prosedur tertentu, agar diterima oleh komputer.
Ada 3 level bahasa pemrograman, yaitu :
  • Bahasa tingkat rendah (low level language)
Bahasa ini disebut juga bahasa mesin (assembler), dimana pengkodean bahasanya menggunakan kode angka 0 dan 1.
  • Bahasa tingkat tinggi (high level language)
Bahasa ini termasuk dalam bahasa pemrograman yang mudah dipelajari oleh pengguna komputer karena menggunakan bahasa Inggris. Contohnya : BASIC, COBOL, PASCAL, FORTRAN.
  • Bahasa generasi keempat (4 GL)
Bahasa pemrograman 4 GL (Fourth Generation Language) merupakan bahasa yang berorientasi   pada objek yang disebut Object Oriented Programming (OOP). Contoh software ini adalah : Visual Basic, Delphi, Visual C++
4. Program Bantu (Utility)
Perangkat Lunak merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai aplikasi pembantu dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan komputer, misalnya memformat disket, mengopi data, mengkompres file, dan lain-lain.
Contoh software ini diantaranya :
  • Norton Utility
  • Winzip
  • Norton Ghost
  • Antivirus